Kalau memang carita warga dan cerita kamu sama halnya seperti itu ya mungkin bisa jadi seperti itu nak." Jawab ibunya.
Trus Roni bagaimana bu Ina masih belum diketemukan kah?" Tanya Ilham kepada Ibunya Roni.
Terus terus kalau Roni tidak ada nanti aku sekolah sama siapa?" Main sama siapa?"
Dan dan. . . "
Sudah .. sudah.... kamu jangan khawatir berlebihan seperti itu,potong ibunya."
Tapi aku takut Roni terjadi apa-apa bu,aku takut."
Lebih baik kamu berdo'a sama Allah semoga Roni bisa cepat diketemukan.
Iya bu,tapi boleh gak aku bantu cari Roni?" Sebab semalam setelah Roni pergi dari gubuk di pertengahan sawah tempat kita berteduh dan saat aku bertemu dengan nya lagi di perempatan jalan Roni berubah tidak seperti biasanya bu,dia lebih banyak diam dan tak banyak bicara." Jelas Ilham.
Tapi kamu masih belum sehat betul nak,kondisi fisik kamu belum pulih betul.
Tidak apa-apa bu,demi Sahabatku aku rela melakukan ini semua yang terpenting Roni bisa ketemu.
Yasudah boleh..tapi kamu makan dulu ya nak!"
Iya bu." Jawab Ilham.
Setelah selesai makan Ilham beserta warga dan Ayahnya Roni mulai mencari Roni dan Ilham pun memandu warga karena dia yang tahu dengan kejadian semalam dan tentang keberadaan Roni.
Setelah sampai disungai yang Ilham tunjukan mereka langsung mencari dan menyisiri pinggiran sungai tapi nihil Roni masih tidak juga diketemukan,sampai akhirnya Ilham menunjuk ke batu besar yang mana semalam Roni bilang akan menuju kesana.
Ayahnya Roni mencoba menyeberangi arus sungai yang lumayan deras dan sesampainya di batu besar tersebut ayahnya mulai mencari dan mengitari ada sedikit celah di balik batu sebelah timur yang mengarah ke hilir sungai,
Ayahnya penasaran dan dia coba melihatnya lebih dekat lagi,tiba-tiba ayahnya Roni sontak terperanjat dari tempat tersebut dan agak mundur kebelakang hampir-hampir saja terjatuh ke arus sungai yang deras ini.
Ayahnya melihat sebuah ari ari bayi beserta usus usus yang terurai basah penuh dengan darah segar dan bau amis yang menyengat.
Ayahnya bersorak memanggil warga untuk segera menghampirinya,warga lainpun ikut kaget dengan penemuan ari ari bayi ini,setelah di rempukan dengan warga akhirnya ari ari tersebut dibawa ke dusun tempat mereka tinggal.
Sedangkan pencarian Roni masih tetap diteruskan, dan dengan tegas ayahnya Roni menanyakan Ilham kemana lagi mereka harus mencari.Ilham pun ikut bingung harus bagaimana dan kemana lagi mencarinya.
Ilham teringat saat malam sebelum Roni beranjak pergi dari gubuk tersebut,pada malam itu Roni bilang capek dan dia mengantuk.
Akhirnya Ilham mengajak warga dan ayahnya untuk pergi kegubuk itu.sesampai disana sekitar pukul satu siang kami semua langsung mencari-cari Roni dan lagi masih belum juga diketemukan sampai sore menjelang malampun tiba,kami menyisiri jalan setapak sampai menuju tempat dimana aku dan Roni belajar mengaji.sampai setelah solat maghrib kami meneruskan pencarian dan ustadz ngaji kitapun ikut mencari,sambil memukul-mukul alat-alat dapur dan memanggil-manggil nama Roni sampai di dusun kami sendiri sekitar pukul 10 malam tapi Roni masih belum juga ketemu.ibunya Roni makin terasa terpukul dan pingsan karena batinnya merasa tersiksa karena anak yang disayanginya masih belum juga ketemu."
Warga yang ikut mencari termasuk aku,pak Ustadz dan ayahnya Roni yang kecapekan beristirahat dipos tempat biasa warga meronda,tiba-tiba pak Rt berlari dan berteriak-teriak menghampiri kami.
Pak Rt menjelaskan Ari ari bayi yang siang tadi diketemukan dan dikubur warga dekat pemakaman Minah hilang dan sudah berbentuk lubang besar seperti ada seseorang yang menggalinya.
Ada apa lagi ini?!" Tanya dalam hatiku.
Bersambung.....
No comments:
Post a Comment