Monday, 15 June 2015

Bertemu Kuntilanak part 5

Warga yang mendengar pemberitahuan dari pak Rt jadi geger dibuatnya,lalu apa yang harus kita perbuat?" Salah satu warga bertanya pada warga lain.

Iya bingung masalah dikampung ini benar-benar mengherankan,"pertama meninggalnya Minah yang secara tragis lalu Almarhumah Minah jadi gentayangan dan anak bungsu mak Iroh sering kesurupan kemudian hilangnya Ilham dan Roni selama lima hari dan sampai saat ini Roni masih belum ditemukan trus ini yang tidak masuk akal ditemukannya ari-ari bayi di celah batu besar disungai tepat dengan kejadian kecelakaan almarhumah Minah yang meninggal disitu dan sekarang ari-ari bayi tersebut hilang entah digali orang atau makhluk halus". Tutur warga yang lain.

Sungguh aneh sekali." Sahut bapaknya Roni.
Sudah-sudah sekarang kita istirahat dulu dan tenangkan diri kalian." Ucap pak Rt.
Kita harus memecahkan masalah ini bersama-sama.

Malampun semakin larut namun warga yang masih berkumpul di pos tempat mereka sedang beristirahat belum ada satupun yang beranjak pergi karena mereka peduli dengan kejadian hilangnya Roni dan mereka ingin membantu agar masalah-masalah dikampung mereka cepat terselesaikan.

tiba-tiba angin bertiup kencang,udara disekitar menjadi dingin dan dingin sekali,warga terheran-teran dan saling beringsut mendekatkan diri pada warga yang lainnya seolah saling berhimpitan karena mereka mulai merasa khawatir dengan apa yang sedang terjadi.

Ini begini dan seperti ini bapak-bapak yang aku dan Roni alami sebelum diganggu Kuntilanak itu,Ilham menuturkan.
Hingga akhirnya angin yang bertiup kencang semakin kencang seperti berputar-putar disekeliling warga yang sedang berkumpul.
Pak Ustadz kemudian membaca takbir dan warga pun mengikuti jejak pak Ustadz,kemudian tiba-tiba angin itu berhenti dan keadaan seperti benar-benar sunyi sekali.

Alhamdulillah..'' ucap pak ustadz melihat keadaan normal seperti semula dan warga pun sedikit lega dengan kekhawatiran mereka.
Namun alangkah terkejutnya semua warga yang disaat keheningan datang tiba-tiba terdengar suara merintih tepat diatas pohon dekat ladang yang berhadapan dengan pos tempat warga berkerumun.
Sontak sebagian warga kocar-kacir mendengar rintihan dan cekikikan sosok kuntilanak tersebut,hingga yang tersisa hanya Ilham,pak ustadz bapaknya Roni, bapaknya Ilham dan juga pak Rt.
Ilham merangkul ayahnya karena ketakutan akan suara itu dan berkata,itu dia pak suaranya yang aku dengar kemarin."
Tenang-tenang nak kita tidak usah panik dan takut seperti warga lainnya,kita punya Allah yang ada di diri kita.antara syetan,jin dan manusia , manusialah yang paling sempurna." Jelas bapaknya Ilham."
Pak ustadz lalu menghampiri pohon tersebut sambil tangannya menegadah dan komat-Kamit berdoa dan melantunkan ayat Kursi serta ayat-ayat lainnya.
Dahan pohon itu bergoyang-goyang dan tiba-tiba munculah sosok putih berambut panjang terbang keatas puncak pohon sembari cekikikan,pak ustadz dengan sigapnya melempar Kuntilanak tersebut dengan batu yang diraihnya ditanah dan dibaca-bacakan doa kemudian dilemparkannya kearah kuntilanak tersebut." Blaaaaaaaakkkk....!!!!!"
Grusak...grusaaaaaaaak....."
Batu tersebut mengenai kuntilanak itu dan berteriak.qwaaaaaaaaaa.........." seperti merasakan kesakitan dan kemudian terjatuh tepat didepan pak ustadz.sekarang jelas terlihat sosok kuntilanak itu berada di tanah dan merintih entah kesakitan atau kepanasan oleh lantunan ayat-ayat alqur'an yang pak Ustdaz dan kami semua yang berada ditempat kejadian.
Kuntilanak itu mencoba bangkit,mata yang melotot muka yang pucat pasi rambut yang terurai panjang sekali hampir menyentuh tanah kemudian menghampiri dan menyerang pak ustadz,pak ustadz terkena cakaran kuntilanak tersebut disekitar belahan dadanya dan kemudian terjatuh,kuntilanak itu tetap saja seperti benar-benar marah dan mengamuk mencengkeram pak ustadz dan mencekiknya sembari teriak dan mata yang melotot menyeramkan.
Melihat kejadian ini Ilham dan yang lainnya jadi semakin takut karena melihat pak ustadz sepertinya sudah tidak berdaya menghadapi makhluk sialan ini.

Darah bercucuran ditubuh pak ustadz,baju robek sana-sini akibat cakaran kuku panjangnya sikuntilanak itu.

kami semua gemetaran dan tetap melantunkan ayat-ayat alquran namun kuntilanak itu seperti merasa kepanasan dan makin marah,melihat pak ustadz yang sudah tak berdaya kuntilanak tersebut beralih menatap kami."
Kemudian terbang dengan melesatnya dan menghampiri ayahnya Ilham dengan tangan yang menjulur kedepan dan kuku-kuku yang hitam panjang dan runcing tepat menusuk tubuh ayahnya Ilham dan darahpun muncrat kemana-mana membasahi tanah kering disekitar mereka."

Bersambung....

No comments:

Post a Comment