Monday, 15 June 2015

Bertemu Kuntilanak

Kisah ini disampaikan oleh salah satu narasumber yaitu teman saya sendiri.
Cerita masa anak-anak yang menjadi topik obrolan ketika saya dan teman-teman kumpul di pos ronda pada waktu malam jum'at sekitar pukul 23:15 wib di kawasan Bogor Selatan tepatnya di daerah Kecamatan Ciawi.
Awalnya kita ngobrol ngalor-ngidul kesana-kemari hingga menceritakan masa-masa kecil yang menyenangkan,menyusahkan hingga menyeramkan dibahas.
Roni yang pertama bercerita Ketemu KUNTILANAK,
pada waktu itu sehabis pulang mengaji sekitar pukul 20:30 Roni melewati jalan setapak dan pesawahan yang dipinggiran sawah tersebut banyak ditanami pohon pisang.
Jarak tempuh dari pengajian ke rumahnya sekitar 750 km.maklum jaman baheula,skitar tahun 1990 an di daerah ini masih banyak ladang dan sawah yang membentang luas dan rumahpun masih mencal-mencal berjauhan.tidak seperti sekarang,banyak sawah yang sudah ditanami batu alias banyak yg sudah dijadikan kompleks perumahan dan sebagainya.
Ketika itu Roni pulang mengaji bersama 1 orang temannya yang rumahnya memang berdekatan,saat di perempatan jalan dan mau memasuki jalan setapak dipesawahan tersebut tiba-tiba Roni melihat sesosok putih yang berkelebat di balik pepohonan pisang tersebut.sontak Roni merasa kaget dan langsung merangkul temannya yang bernama Ilham,ilham kebingungan dengan tingkah Roni yang tiba-tiba merangkulnya tersebut lalu bertanya, kenapa kamu Ron peluk-peluk ane?"
Itu...itu.." barusan ada yang berkelebat putih disamping pohon itu."jawab Roni dengan sembari berkata gemetaran.
Ilham ketawa, hahahaha....sama yang begitu aja takut kau Ron.' tenang aja ada ane ini kok kamu tidak usah takut kan kita diajarkan do'a jalan tengah malam sama ustadz biar setan disekeliling kita takut."
Memang apa do'anya ane lupa Ham?"
Tanya Roni.
Ane lupa,timpal Ilham sambil nyengir."
Keplaaaaak....!" Dasar kau ane beneran takut nih Ham,itu tadi ane lihat bikin bergidik bulu roma." Hiiiii takuuuuuut!!!"
Roma irama atau Roma biskuit?"
tanya Ilham sambil tertawa meledek terus Roni."
Sudahlah,ayo... teruskan jalan lagi.' Pinta Roni seraya cembetut."
Namun tiba-tiba angin diatas sekitaran mereka berubah kencang dan mulai bergemuruh,Roni makin ketakutan demikianpun dengan Ilham yang dia kira Roni hanya bercanda dengan yang dia bicarakan tadi,mereka saling bertatapan dan kemudian berteriak mencoba lari dari tempat tersebut,namun apa yang terjadi,mereka setengah memejamkan mata dan lari terbirit-birit sambil teriak-teriak minta tolong." Emaaaakkk tuluuuung AYA JURIIIIIIIIIIIK!!!!"
Namun mereka berlari seakan tak pernah sampai ditujuan malah capek yang dirasa."
Dan saat mereka mulai kelelahan kemudian membuka mata lebar lebar,posisi mereka masih tepat dipersimpangan jalan tersebut."
Karena saking capeknya mereka jadi lemas dan ambruk menjatuhkan diri di jalan setapak yang akan mereka lewati itu."
Namun kemudian angin berubah berhenti,hening dan seakan tidak ada kehiduapan sama sekali,hanya ada kegelapan dan pepohonan yang rimbun mengelilingi mereka."
Tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang,Roni mencoba menunduk dan Ilham memberanikan menoleh sebenarnya suara apa yang ada dibelakang mereka itu.
Saat Ilham mencoba menengok kebelakang tiba-tiba sesosok putih berkelebat pas didepan muka Ilham dan seakan menabrak Ilham dan Roni namun seperti menembus kearah depan kemudian sekelebat itu pula makhluk tersebut menghilang.Roni kian menangis meraung raung dan meminta tolong,segala macam do'a diucapkan kedua anak tersebut namun apa yang terjadi lagi,sosok putih itu muncul lagi dari arah depan dan semakin jelas sekali,rambut panjang berantakan mukacantik tapi pucat senyum yang menyeringai yang menakutkan dan matanya yang melotot membuat Roni tak berani melihat," tapi ilham mencoba. Berani melihat dan terus melantunkan ayat-ayat alqur'an yang sudah dia pelajari selama dipengajian.
Sosok putih atau kuntilanak itu terbang mengelilingi mereka sambil tertawa cekikikan nemplok dari pohon sebelah kanan lalu pindah kesebelah kiri begitu seterusnya."
Hingga akhirnya kuntilanak itu pergi dengan sendirinya jauh jauh jauh sambil tetap cekikikan."
Ilham kemudian bangun dan menarik tangan Roni supaya ikut bangun namun ternyata Roni pingsan dan celana yang dia pakai basah alias ngompol.Ilham pun bingung apa yang harus dilakukakan sedangkan jarak tempuh rumah masih jauh dan jika balik ke pondok pengajian sama jauhnya.
Kemudian ilham memaksakan menggendong Roni walaupun agak risih dengan bau pesing yang datang dicelana Roni,"keringat Ilham bercucuran namun tetap Ilham menggendong Roni dan sudah hampir seperempat kilometer lagi dari rumah mereka.
Namun tiba-tiba hujan turun dengan derasnya,Ilham yang sudah kelelahan akhirnya mencari tempat berteduh dan menemukan Gubuk di pertengahan sawah tempat para petani beristirahat.
Roni akhirnya terbangun dan terperanjat langsung memeluk Ilham dan berkata bahwa dia benar-benar takut ingin segera pulang,Ilham hanya menghembuskan nafas dan berkata, sabar ya Ron sebentar lagi kita sampai rumah tapi apa harus terus jalan sedangkan hujan masih tetap mengguyur seperti ini?"
Tapi ane takut Ham." Rengek Roni."
Tubuh dan badan mereka basah kuyup angin berhembus kencang dibarengi biasan air hujan yang membuat mereka menggigil kedinginan dan beralih kepojokan gubuk tersebut agar terhindar dari dingin yang berlebih."
Malampun semakin larut,hujanpun belum juga reda.tiba-tiba angin disekitar mereka berubah bergemuruh dan berputar-putar kembali seperti yang nereka alami tadi,mereka terperanjat dan semakin ketakutan,"rintihan suara kuntilanak itu kembali teedengar,Ilham dan Roni geger dan kembali teriak-teriak histeris." Roni saking takutnya memberanikan diri keluar dari gubuk dan berlari ditengah terpaan hujan,Ilham pun begitu demikian ikut menyusul Roni.

Bersambung ke part 2

No comments:

Post a Comment