Ron tunggu ane Ron...!" Panggil Ilham yang berlari mengikuti Roni yang berlari kencang,sampai akhirnya Ilham terjerembab di kubangan sawah yang belum ditanami petani.
Tapi sepertinya Roni tak menghiraukan panggilan Ilham yang meminta untuk menungguinya hingga akhirnya Roni semakin jauh dan lenyak di pelupuk mata Ilham yang kotor terkena lumpur sawah dan kucuran air hujan yang masih saja belum reda,Ilhampun mencoba bangkit dan mulai berlari mengejar Roni,namun Roni tak kunjung juga ditemukan.mungkin dia sudah sampai dirumah,"pikir Ilham."
Ilham pun melanjutkan perjalanan pulangnya dengan tubuh yang basah kuyup dan kotor,alangkah terkejutnya Ilham tiba-tiba melihat Roni duduk di pinggiran Batu besar dekat ujung penghabisan jalan setapak yang menghubungkan jalan menuju ke perkampungan,Ilham menghampiri dengan nada kesal dan nafas yang memburu,kenapa kau tinggalkan ane?" Jahat kau Ron!"
Ane sendiri aja tak berani tinggalin situ."
Ucap Ilham bernada kesal,namun Roni tah menjawab pertanyaannya dia hanya tertunduk dan diam saja dengan tangan memeluk kedua lututnya.Ilhampun heran dan berpikir mungkin dia kelelahan dan ketakutan hingga tak sanggup menjawab pertanyaan ku."
Ilham segera menghampiri Roni dan menepuk pundaknya,sudah ayo kita teruskan pulang,sambil menarik tangan Roni dan meneruskan perjalanan.
Tapi Ilham merasa ada yang aneh dengan Roni yang sedari tadi hanya diam membisu walaupun Roni ikut berjalan mengikuti Ilham disampingnya.Ilham pun tanya kenapa kamu Ron kok terus-terusan diam seperti itu?"
Apa kamu takut?"
Apa kamu kedinginan?"
Apa kamu blablablabalaaaaa???"
namun tetap saja Roni membisu sampai-sampai Ilham kesal dan membentak Roni, yasudah terserah kamu ane mau pulang duluan saja kalo terus diam begitu."seraya mengancam agar Roni mau bicara,namun tetap saja membisu."
Hingga akhirnya Ilham berhenti berjalan dan menoleh ke samping melihat raut wajah Roni,wajah Roni pucat pasi tidak ada ekspresi seperti Roni yang biasa aku kenal.
dan tiba dipersimpangan yang mana rumah Roni hanya sekitar 40 meter lagi tiba-tiba Roni berhenti dan berbelok arah malah menuju Sungai,Ilham semakin heran dan segera berlari mendahului Roni dan mencegahnya."
kamu mau kemana?" Rumah kita tinggal lurus kedepan bukan kearah sungai ini."ini sudah larut malam orang tua kita pasti sudah menunggu kita dirumah jangan bikin kesal ane deh ayo kita pulang!!!"
Roni menengok dan menatap wajah Ilham kemudian menunjuk ke bebatuan besar yang ada di tengah-tengah kali besar tersebut dan berkata aku ingin kesana,itu tempatku."
Hahaha..." jangan becanda lah kau Ron itu cuma batu besar,rumah kita disana tuh..!"
Ilham sambil menunjukan arah rumah tempat mereka tinggal dengan jari telunjuknya.
Roni lalu melotot kearah Ilham,Ilham yang tadinya tertawa kemudian diam dan merasa risih dengan tatapan melototnya Roni dan Ilham pun kemudian menjadi takut.
Roni lalu melanjutkan jalan menuju sungai itu,Ilham diam dan teriak memanggil-manggil Roni agar dia tidak kesana namun Roni tak menengoknya sama sekali melainkan terus jalan,sampai ditanjakan turunan Roni tetap turun dan menghendaki menyeberang sungai menuju batu besar tersebut.
Ilham merasa kesal dan kemudian berkata,yasudah jika mau mu seperti itu,ane tau sifat ambekan kamu dari dulu seperti apa,tapi kali ini kamu aneh banget ane ampe bingung dan harus ngelakuin apa buat kamu biar mengerti dan mau diajak pulang.itu bukan tempat kamu Ron berhentilah ayoo kita pulang!''
Seru Ilham.
Tetap saja Roni jalan menuju yang diinginkannya tanpa menoleh sedikitpun ke arah Ilham,saking kesal dan kecewanya Ilham akhirnya dia memutuskan pulang sendiri."
Setiba di depan rumah alangkah kagetnya Ilham melihat disekitar banyak orang berkerumun disalah satu rumah warga,penasaran dengan apa yang dilakukan warga Ilham mendekat dan bertanya kepada bapak Rt yang kebetulan ada tempat itu.
Pak Rt,itu ada apa kok rame-rame dirumah Mak Iroh?
Pak Rt menoleh dan terperanjat,subhanallah kamu Ilham?" Kamu kemana saja sudah 5 hari ini kamu dan Roni menghilang dan orang tua bahkan warga mencari-cari kalian.lalu mana Roni?"
Trus kenapa dengan tubuh kamu bisa kotor seperti itu?" Ada apa?" Apa yang terjadi?"
Petanyaan-pertanyaan yang membuat Ilham bingung dan tidak masuk akan banyak dilontarkan pak Rt kepadanya.
Maksud bapak apa lima hari kita hilang?"
Roni ada disungai aku ajak pulang tidak mau pak." Sahut Ilham
Iya nak' kamu dan Roni sudah lima hari ini tidak diketemukan,kami cari kemana-mana tidak ada,terakhir sebelum kalian hilang pak ustadz bilang kalian pulang ngaji berdua dan ya sampai saat ini kalian baru nongol seperti dedemit itu tuh,pak Rw menjelaskan sambil melirik kerumah mak Iroh yang sedang digerumuti warga.
Ilmah semakin heran saja dengan penjelasan pak Rt.tak lama kemudian Ibu dan ayahnya Ilham berteriak histeris melihat sosok anaknya berada dekat pak Rt lalu segera memeluknya dengan penuh keharuan.
Ilham anakku kemana saja kau nak? Ayah,Ibu dan Warga mencari-cari kalian.mana Roni??"' teriak Ibunya Roni,mana Roni anakku?!"
Ilham diam saja penuh keheranan..
Sudah,sudah..bawa Ilham pulang dulu nanti saja ceritanya,bersihkan badannya yang penuh lumpur itu."
Anak ini bilang Roni ada disungai dipersimpangan.pak Rt menjelaskan,"
Mari kita susul Roni sahut warga yang lain dan mereka pun akhirnya bubar,Ilham dibawa pulang orang tuanya sedangkan pak Rt,warga dan orang tua Roni menjemput Roni yang katanya ada di sungai."
Namun apa yang terjadi????"
Bersambung.....
No comments:
Post a Comment