Monday, 15 June 2015

Bertemu Kuntilanak part 2

Ron tunggu ane Ron...!" Panggil Ilham yang berlari mengikuti Roni yang berlari kencang,sampai akhirnya Ilham terjerembab di kubangan sawah yang belum ditanami petani.
Tapi sepertinya Roni tak menghiraukan panggilan Ilham yang meminta untuk menungguinya hingga akhirnya Roni semakin jauh dan lenyak di pelupuk mata Ilham yang kotor terkena lumpur sawah dan kucuran air hujan yang masih saja belum reda,Ilhampun mencoba bangkit dan mulai berlari mengejar Roni,namun Roni tak kunjung juga ditemukan.mungkin dia sudah sampai dirumah,"pikir Ilham."
Ilham pun melanjutkan perjalanan pulangnya dengan tubuh yang basah kuyup dan kotor,alangkah terkejutnya Ilham tiba-tiba melihat Roni duduk di pinggiran Batu besar dekat ujung penghabisan jalan setapak yang menghubungkan jalan menuju ke perkampungan,Ilham menghampiri dengan nada kesal dan nafas yang memburu,kenapa kau tinggalkan ane?" Jahat kau Ron!"
Ane sendiri aja tak berani tinggalin situ."
Ucap Ilham bernada kesal,namun Roni tah menjawab pertanyaannya dia hanya tertunduk dan diam saja dengan tangan memeluk kedua lututnya.Ilhampun heran dan berpikir mungkin dia kelelahan dan ketakutan hingga tak sanggup menjawab pertanyaan ku."
Ilham segera menghampiri Roni dan menepuk pundaknya,sudah ayo kita teruskan pulang,sambil menarik tangan Roni dan meneruskan perjalanan.
Tapi Ilham merasa ada yang aneh dengan Roni yang sedari tadi hanya diam membisu walaupun Roni ikut berjalan mengikuti Ilham disampingnya.Ilham pun tanya kenapa kamu Ron kok terus-terusan diam seperti itu?"
Apa kamu takut?"
Apa kamu kedinginan?"
Apa kamu blablablabalaaaaa???"
namun tetap saja Roni membisu sampai-sampai Ilham kesal dan membentak Roni, yasudah terserah kamu ane mau pulang duluan saja kalo terus diam begitu."seraya mengancam agar Roni mau bicara,namun tetap saja membisu."
Hingga akhirnya Ilham berhenti berjalan dan menoleh ke samping melihat raut wajah Roni,wajah Roni pucat pasi tidak ada ekspresi seperti Roni yang biasa aku kenal.
dan tiba dipersimpangan yang mana rumah Roni hanya sekitar 40 meter lagi tiba-tiba Roni berhenti dan berbelok arah malah menuju Sungai,Ilham semakin heran dan segera berlari mendahului Roni dan mencegahnya."
kamu mau kemana?" Rumah kita tinggal lurus kedepan bukan kearah sungai ini."ini sudah larut malam orang tua kita pasti sudah menunggu kita dirumah jangan bikin kesal ane deh ayo kita pulang!!!"
Roni menengok dan menatap wajah Ilham kemudian menunjuk ke bebatuan besar yang ada di tengah-tengah kali besar tersebut dan berkata aku ingin kesana,itu tempatku."
Hahaha..." jangan becanda lah kau Ron itu cuma batu besar,rumah kita disana tuh..!"
Ilham sambil menunjukan arah rumah tempat mereka tinggal dengan jari telunjuknya.
Roni lalu melotot kearah Ilham,Ilham yang tadinya tertawa kemudian diam dan merasa risih dengan tatapan melototnya Roni dan Ilham pun kemudian menjadi takut.
Roni lalu melanjutkan jalan menuju sungai itu,Ilham diam dan teriak memanggil-manggil Roni agar dia tidak kesana namun Roni tak menengoknya sama sekali melainkan terus jalan,sampai ditanjakan turunan Roni tetap turun dan menghendaki menyeberang sungai menuju batu besar tersebut.
Ilham merasa kesal dan kemudian berkata,yasudah jika mau mu seperti itu,ane tau sifat ambekan kamu dari dulu seperti apa,tapi kali ini kamu aneh banget ane ampe bingung dan harus ngelakuin apa buat kamu biar mengerti dan mau diajak pulang.itu bukan tempat kamu Ron berhentilah ayoo kita pulang!''
Seru Ilham.
Tetap saja Roni jalan menuju yang diinginkannya tanpa menoleh sedikitpun ke arah Ilham,saking kesal dan kecewanya Ilham akhirnya dia memutuskan pulang sendiri."
Setiba di depan rumah alangkah kagetnya Ilham melihat disekitar banyak orang berkerumun disalah satu rumah warga,penasaran dengan apa yang dilakukan warga Ilham mendekat dan bertanya kepada bapak Rt yang kebetulan ada tempat itu.
Pak Rt,itu ada apa kok rame-rame dirumah Mak Iroh?
Pak Rt menoleh dan terperanjat,subhanallah kamu Ilham?" Kamu kemana saja sudah 5 hari ini kamu dan Roni menghilang dan orang tua bahkan warga mencari-cari kalian.lalu mana Roni?"
Trus kenapa dengan tubuh kamu bisa kotor seperti itu?" Ada apa?" Apa yang terjadi?"
Petanyaan-pertanyaan yang membuat Ilham bingung dan tidak masuk akan banyak dilontarkan pak Rt kepadanya.
Maksud bapak apa lima hari kita hilang?"
Roni ada disungai aku ajak pulang tidak mau pak." Sahut Ilham
Iya nak' kamu dan Roni sudah lima hari ini tidak diketemukan,kami cari kemana-mana tidak ada,terakhir sebelum kalian hilang pak ustadz bilang kalian pulang ngaji berdua dan ya sampai saat ini kalian baru nongol seperti dedemit itu tuh,pak Rw menjelaskan sambil melirik kerumah mak Iroh yang sedang digerumuti warga.
Ilmah semakin heran saja dengan penjelasan pak Rt.tak lama kemudian Ibu dan ayahnya Ilham berteriak histeris melihat sosok anaknya berada dekat pak Rt lalu segera memeluknya dengan penuh keharuan.
Ilham anakku kemana saja kau nak? Ayah,Ibu dan Warga mencari-cari kalian.mana Roni??"' teriak Ibunya Roni,mana Roni anakku?!"
Ilham diam saja penuh keheranan..
Sudah,sudah..bawa Ilham pulang dulu nanti saja ceritanya,bersihkan badannya yang penuh lumpur itu."
Anak ini bilang Roni ada disungai dipersimpangan.pak Rt menjelaskan,"
Mari kita susul Roni sahut warga yang lain dan mereka pun akhirnya bubar,Ilham dibawa pulang orang tuanya sedangkan pak Rt,warga dan orang tua Roni menjemput Roni yang katanya ada di sungai."

Namun apa yang terjadi????"

Bersambung.....

Bertemu Kuntilanak

Kisah ini disampaikan oleh salah satu narasumber yaitu teman saya sendiri.
Cerita masa anak-anak yang menjadi topik obrolan ketika saya dan teman-teman kumpul di pos ronda pada waktu malam jum'at sekitar pukul 23:15 wib di kawasan Bogor Selatan tepatnya di daerah Kecamatan Ciawi.
Awalnya kita ngobrol ngalor-ngidul kesana-kemari hingga menceritakan masa-masa kecil yang menyenangkan,menyusahkan hingga menyeramkan dibahas.
Roni yang pertama bercerita Ketemu KUNTILANAK,
pada waktu itu sehabis pulang mengaji sekitar pukul 20:30 Roni melewati jalan setapak dan pesawahan yang dipinggiran sawah tersebut banyak ditanami pohon pisang.
Jarak tempuh dari pengajian ke rumahnya sekitar 750 km.maklum jaman baheula,skitar tahun 1990 an di daerah ini masih banyak ladang dan sawah yang membentang luas dan rumahpun masih mencal-mencal berjauhan.tidak seperti sekarang,banyak sawah yang sudah ditanami batu alias banyak yg sudah dijadikan kompleks perumahan dan sebagainya.
Ketika itu Roni pulang mengaji bersama 1 orang temannya yang rumahnya memang berdekatan,saat di perempatan jalan dan mau memasuki jalan setapak dipesawahan tersebut tiba-tiba Roni melihat sesosok putih yang berkelebat di balik pepohonan pisang tersebut.sontak Roni merasa kaget dan langsung merangkul temannya yang bernama Ilham,ilham kebingungan dengan tingkah Roni yang tiba-tiba merangkulnya tersebut lalu bertanya, kenapa kamu Ron peluk-peluk ane?"
Itu...itu.." barusan ada yang berkelebat putih disamping pohon itu."jawab Roni dengan sembari berkata gemetaran.
Ilham ketawa, hahahaha....sama yang begitu aja takut kau Ron.' tenang aja ada ane ini kok kamu tidak usah takut kan kita diajarkan do'a jalan tengah malam sama ustadz biar setan disekeliling kita takut."
Memang apa do'anya ane lupa Ham?"
Tanya Roni.
Ane lupa,timpal Ilham sambil nyengir."
Keplaaaaak....!" Dasar kau ane beneran takut nih Ham,itu tadi ane lihat bikin bergidik bulu roma." Hiiiii takuuuuuut!!!"
Roma irama atau Roma biskuit?"
tanya Ilham sambil tertawa meledek terus Roni."
Sudahlah,ayo... teruskan jalan lagi.' Pinta Roni seraya cembetut."
Namun tiba-tiba angin diatas sekitaran mereka berubah kencang dan mulai bergemuruh,Roni makin ketakutan demikianpun dengan Ilham yang dia kira Roni hanya bercanda dengan yang dia bicarakan tadi,mereka saling bertatapan dan kemudian berteriak mencoba lari dari tempat tersebut,namun apa yang terjadi,mereka setengah memejamkan mata dan lari terbirit-birit sambil teriak-teriak minta tolong." Emaaaakkk tuluuuung AYA JURIIIIIIIIIIIK!!!!"
Namun mereka berlari seakan tak pernah sampai ditujuan malah capek yang dirasa."
Dan saat mereka mulai kelelahan kemudian membuka mata lebar lebar,posisi mereka masih tepat dipersimpangan jalan tersebut."
Karena saking capeknya mereka jadi lemas dan ambruk menjatuhkan diri di jalan setapak yang akan mereka lewati itu."
Namun kemudian angin berubah berhenti,hening dan seakan tidak ada kehiduapan sama sekali,hanya ada kegelapan dan pepohonan yang rimbun mengelilingi mereka."
Tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang,Roni mencoba menunduk dan Ilham memberanikan menoleh sebenarnya suara apa yang ada dibelakang mereka itu.
Saat Ilham mencoba menengok kebelakang tiba-tiba sesosok putih berkelebat pas didepan muka Ilham dan seakan menabrak Ilham dan Roni namun seperti menembus kearah depan kemudian sekelebat itu pula makhluk tersebut menghilang.Roni kian menangis meraung raung dan meminta tolong,segala macam do'a diucapkan kedua anak tersebut namun apa yang terjadi lagi,sosok putih itu muncul lagi dari arah depan dan semakin jelas sekali,rambut panjang berantakan mukacantik tapi pucat senyum yang menyeringai yang menakutkan dan matanya yang melotot membuat Roni tak berani melihat," tapi ilham mencoba. Berani melihat dan terus melantunkan ayat-ayat alqur'an yang sudah dia pelajari selama dipengajian.
Sosok putih atau kuntilanak itu terbang mengelilingi mereka sambil tertawa cekikikan nemplok dari pohon sebelah kanan lalu pindah kesebelah kiri begitu seterusnya."
Hingga akhirnya kuntilanak itu pergi dengan sendirinya jauh jauh jauh sambil tetap cekikikan."
Ilham kemudian bangun dan menarik tangan Roni supaya ikut bangun namun ternyata Roni pingsan dan celana yang dia pakai basah alias ngompol.Ilham pun bingung apa yang harus dilakukakan sedangkan jarak tempuh rumah masih jauh dan jika balik ke pondok pengajian sama jauhnya.
Kemudian ilham memaksakan menggendong Roni walaupun agak risih dengan bau pesing yang datang dicelana Roni,"keringat Ilham bercucuran namun tetap Ilham menggendong Roni dan sudah hampir seperempat kilometer lagi dari rumah mereka.
Namun tiba-tiba hujan turun dengan derasnya,Ilham yang sudah kelelahan akhirnya mencari tempat berteduh dan menemukan Gubuk di pertengahan sawah tempat para petani beristirahat.
Roni akhirnya terbangun dan terperanjat langsung memeluk Ilham dan berkata bahwa dia benar-benar takut ingin segera pulang,Ilham hanya menghembuskan nafas dan berkata, sabar ya Ron sebentar lagi kita sampai rumah tapi apa harus terus jalan sedangkan hujan masih tetap mengguyur seperti ini?"
Tapi ane takut Ham." Rengek Roni."
Tubuh dan badan mereka basah kuyup angin berhembus kencang dibarengi biasan air hujan yang membuat mereka menggigil kedinginan dan beralih kepojokan gubuk tersebut agar terhindar dari dingin yang berlebih."
Malampun semakin larut,hujanpun belum juga reda.tiba-tiba angin disekitar mereka berubah bergemuruh dan berputar-putar kembali seperti yang nereka alami tadi,mereka terperanjat dan semakin ketakutan,"rintihan suara kuntilanak itu kembali teedengar,Ilham dan Roni geger dan kembali teriak-teriak histeris." Roni saking takutnya memberanikan diri keluar dari gubuk dan berlari ditengah terpaan hujan,Ilham pun begitu demikian ikut menyusul Roni.

Bersambung ke part 2