Tuesday, 16 June 2015

Bertemu Kuntilanak part 9

Sekitar pukul 18:20 wib lebih jelasnya lagi waktu maghrib pak kyai memutuskan berwudhu dan mengajak Ilham,merekapun melaksanakan solat maghrib.setelah selesai solat dan berdoa barulah Ilham menjelaskan dimimpinya dia melihat Roni dipojokan Gubuk ini dengan tangan terikat dan menangis meminta tolong,mendengar cerita ini pak kyai menghembuskan nafas dan berkata :
Ilham itu hanya mimpi janganlah kau terlalu memikirkannya karena mimpi hanya kembang tidur dan jikalau Ilham brrmimpi baik atau buruk sebaiknya Ilham berdoa agar mimpi tersebut tidak menjadi kenyataan jika buruk dan menjadi kenyataan jika baik." Jelas pak kyai.
Tidak pak kyai tidak,ini kenyataan biarpun hanya mimpi tapi perasaan saya kuat bahwa Roni ada disitu pak dipojokan itu."Ilham menunjukan keberadaan Roni.
Pak kyai menoleh kearah yang ditinjukan Ilham dan kemudian tanpa menjelaskan apa-apa lagi kepada Ilham lalu mengambil air di gayung dari batok kelapa yang tersedia di samping gubuk dan membacakan doa,setelah itu airnya disiramkan kearah sudut tiang gubuk sesuai dengan yang diarahkan Ilham.
Tak lama kemudian keluar asap putih yang mengepul dan Roni pun jelas terlihat dengan keadaan berbaring dan gemetaran seperti ketakutan.
Astagfirullah......!" Ucap pak kyai melihat Roni muncul secara tiba-tiba begitu juga dengan Ilham yang langsung berteriak memanggil nama Roni dan langsung menghampiri kemudian memeluk Roni dengan penuh uraian air mata kebahagiaan bahwa Roni sudah diketemukan.
Pak kyai terus memanjatkan doa-doa nya sedangkan Ilham menggandeng Roni keluar gubuk kemudian Ilham mengisyaratkan pak cepat segera pergi dari tempat ini.
Pak kyai menggendong tubuh kecil Roni dan Ilham berpegangan tangan pak kyai,selama diperjalanan gangguan-gangguan datang menghampiri namun pak kyai dan Ilham terus memanjatkan doa-doa agar mereka selamat sampai tujuan.
Suara-suara aneh yang menyeramkan bahkan sosok binatang-binatang seperti ular,harimau bahkan buaya berdatangan namun terhalau dengan tebasan pak kyai menggunakan tasbih yang di genggamnya.
Hingga akhirnya sampai di dusun tempat mereka tinggal,alangkah bahagia dan penuh haru keluarga Roni yang melihat anaknya sudah kembali.

Bersambung.....

Bertemu Kuntilanak part 8

Hari menjelang siang mayat kedua korban sudah dimandikan dan siap dibawa ke pemakaman umum di dusun lumayan sedikit terpencil itu,dua lubang kubur untuk jasad pak Rt dan pak Gani sudah siap dan acara penguburanpun dilakukan.
baik keluarga,sanak saudara dan orang-orang terdekat korban yang ditinggalkan terharu dengan acara ini,memang sungguh ironis tapi memang nasib seseorang tidak ada yang tahu selain sang Pencipta Alam dan kehidupan ini.

Ilham yang ikut dalam acara penguburan hanya sanggup meneteskan air mata sebab dipikirannya sosok ayahnya yang begitu dia sayangi terbujur kaku dan siap dimasukan kedalam liang lahat,seolah-olah tak percaya dengan semua yang terjadi.

Tiba-tiba langit mendung dan gelap sekali seolah-olah menandakan mau turun hujan,angin berhembus kencang,kencang sekali sampai-sampai seluruh orang yang berada dipemakaman berpegangan dengan pohon bahkan dengan orang terdekat dengan mereka.

Ada apa lagi ini?" Sahut pak Iqbal yang turut serta keacara penguburan,tidak tahu pak!" Jawab yang lain.
Panggil pak Kyai,timpal bu Rt yang dari tadi menangis meratapi kepergian suaminya.

Kebetulan pak Kyai yang sedang memberikan doa sebelum kedua mayat dikuburkan,melihat keadaan sekitar dan warga yang ribut dengan suasana yang sedang terjadi pak kyai menghampiri keluarga korban dan juga pak Iqbal.pak kyai mencoba menenangkan semua warga meminta agar warga tetap tenang dan memanjatkan doa-doa.

Namun angin tersebut semakin kencang dan seperti berputar-putar sama seperti kejadian semalam,ditambah lagi dengan ranting pohon bahkan kayu nisan yang sudah lapuk pun ikut beterbangan karena tak mampu menahan terpaan angin yang semakin hebat dorongannya.
sontak warga gerger dibuatnya dan berhamburan pergi meninggalkan tempat kejadian.air hujanpun turut serta sehingga jelas ini seperti badai besar yang melanda dusun warga.
Pak kyai tetap berdiri dengan berpegangan pada pohon disekitar pemakaman,tutup keranda mayat pun terbang pula sampai-sampai kedua mayat basah karena air hujan,lubang kuburanpun penuh dengan air dan seperti kubangan saja.
hampir tak satupun warga yang bertahan ditempat kecuali pak kyai dan Ilham,Ilham ditarik paksa ibunya untuk segera pergi namun dia menolak dengan alasan dia akan membereskan sesuatu dan menyuruh ibunya agar pergi dahulu mengikuti warga yang lainnya.
Ilham memaksakan diri untuk menghampiri pak kyai dengan sekuat tenaga melawan badai tersebut sampai hampir terbawa terbang,namun dengan cekatan dia memegang batang pohon yang sedang pak kyai pegang juga sebagai penopang.

Pak kyai terus komat-kamit memanjatkan doa lalu melihat Ilham disampingnya lalu menyuruh Ilham untuk segera pergi,namun Ilham enggan pergi melainkan melantunkan suara Adzan,tak lama kemudian badai besar itu tiba-tiba hilang seketika dan keadaan seperti sedia kala.pak kyai berucap syukur lalu memeluk Ilham.

Mari kita lanjutkan menguburkan kedua jasad ini Ham!"pinta pak kyai.
Tapi tunggu sebentar bapak panggil dulu warga supaya datang kembali dan membantu menguburkan.Ilham hanya menganggukan kepala seraya setuju dengan permintaan pak kyai."
Alhamdulillah proses penguburan selesai dan warga meninggalkan tempat kejadian tanpa ada halangan apa-apa lagi,namun kejadian ini menjadi perbincangan hangat antar warga.
Sampai pada sore tiba Ilham yang masih termenung melihat kuburan ayahnya dan masih belum beranjak dari pemakaman sampai akhirnya pak kyai mendekat dan merayu Ilham agar mau pulang kerumah berkumpul bersama ibunya.

Ilham pun kemudian berkata kepada pak kyai itu dan meminta tolong,pak kyai antarkan saya ketempat dimana pertama kali saya dan Roni berteduh di gubuk saat hujan dan saat dikejar-kejar kuntilanak itu.
Pak kyai merasa heran namun menyanggupi perminta tolongan dari anak ini dan merekapun pergi berduaan saja.
Selama diperjalanan pak kyai bertanya kepada Ilham,ada apa sebenarnya,namun ilham hanya diam saja dan tak menjelaskan apa-apa hanya menjawab,nanti disana pak Kyai bisa tahu sendiri.
Sesampainya di gubuk

Bersambung....

Bertemu Kuntilanak part 7

Bapaknya Roni terus berlari sampai akhirnya bertemu dengan mak Iroh pas didepan rumahnya.mak Iroh bertanya heran ada apa pak Iqbal kenapa kau lari seperti ketakutan dan menggendong Ilham apa yang terjadi lalu kenapa Ilham menangis?"
Saya tak bisa menjelaskan panjang lebar bu,jawab pak iqbal atau bapaknya Roni.
yang jelas kita sedang diburu oleh kuntilanak atau hantunya Bi Minah yang bergentayangan menantu emak sendiri,kita butuh perlindungan bu karena setan itu mengejar kita.jelas pak Iqbal."
Mak Iroh pun kaget mendengar pengakuan dari pak Iqbal lalu kemudian mengajak masuk untuk bersembunyi dirumahnya saja.
Pak Iqbal pun menuruti ajakan mak Iroh untuk segera masuk,namun secara tiba-tiba suara cekikikan tepat di atas atap rumah mak Iroh jelas terdengar dan kuntilanak itu menampakan diri,pak Iqbal,mak Iroh dan Ilham semakin ketakutan dengan hadirnya lagi sosok menyeramkan tersebut.
Kuntilanak itu segera terbang dan menghampiri mereka dengan gaya tangan nya tetap menjulur kedepan seraya ingin membunuh seperti yang sudah dilakukannya dengan para korban-korbannya.
Mak Iroh menangis meraung-raung dan berteriak memohon kepada makhluk halus itu agar segera menghentikan aksinya."
Hentikan Minah hentikan.... " jangan kau lakukan ini kepada kami,apa salah kami?" Hentikaaaaaan....!!!"
Kemudian setan itu menghilang secara tiba-tiba."
Mak Iroh tetap menangis sedih melihat menantunya berubah menjadi kuntilanak dan mengganggu warga.apa salah saya Tuhan sampai-sampai kau beri cobaab seperti ini?!"keluh mak Iroh.
Empat bulan yang lalu Arman anaku meninggal karena kecelakaan,sekarang istrinya meninggal juga dengan tragisnya dan berubah menjadi seperti itu apa salahku dan apa dosa ku Tuhan..?!"mak Iroh terus saja mengeluh seolah-olah tak sanggup menahan penderitaan yang dirasakannya.

Pak Iqbal segera memanggil warga untuk segera berkumpul lalu menjelaskan kejadian dan keadaan korban yang harus segera di tolong seperti pak Ustadz dan ayah nya Ilham kemudian juga dengan pak Rt.
warga beramai-ramai menuju tempat kejadian dan segera membawa pak Ustad dan pak Gani ayahnya Ilham.lalu sebagian lagi mencari pak Rt yang dijelaskan pak Roni kearah mana pak Rt tadi berlari.
Tepat pukul 12:35 dini hari akhirnya pak Rt diketemukan dan sudah tidak bernyawa lagi,keluarga korban menangis histeris lalu warga segera membawa ke rumahnya untuk segera disemayamkan.
Begitu juga dengan pak Gani dan pak Ustadz langsung dilarikan warga ke Rumah Sakit terdekat,Ibunya Ilham  hanya sanggup menangis melihat suaminya sedang sekarat seperti itu begitu juga dengan Ilham.
Hingga subuhpun tiba luka-luka dari tubuh pak Ustadz sudah diobati,namun berbeda dengan pak Gani yang masih berada di dalam ruangan ICU,Ilham dan Ibunya harap-harap cemas menunggu dokter keluar ruangan untuk memberikan informasi keadaannya."
Hingga akhirnya pukul 07 :25 pagi dokterpun keluar lalu meminta maaf atas ketidak mampuannya menolong bapak Gani alias bapaknya Ilham tersebut."
Ilham menangis meraung menjadi-jadi seolah tak terima dengan keadaan yang seperti sekarang dialaminya.

Bersambung.....

Monday, 15 June 2015

Bertemu Kuntilanak part 6

Ilham terpelanting jauh karena sebelum Kuntilanak tersebut menghampiri ayahnya segera menghempaskan Ilham agar tak terkena sasaran makhlus ganas tersebut.

Ilham terjatuh lalu segera di tolong pak Rt dan bapaknya Roni,Ilham teriak histeris melihat keadaan ayahnya yang dengan mengenaskan berlumuran darah dari tubuh begitu juga dengan mulutnya yang mengeluarkan banyak darah,sedangkan kuntilanak tersebut masih tetap menusukan jari tangannya yang menancap tepat di perut ayahnya dengan raut wajah bengis dan pandanngan jahatnya,
Hingga akhirnya ayah Ilham terjatuh dan kuntilanak itu tertawa cekikikan kembali.

Pak Rt dan pak Roni yang merasa terancam karena melihat pak Ustadz dan ayah Ilham yang sudah menjadi sasaran kebuasan setan tersebut saling menatap dan seperti sudah dikomando mereka menarik Ilham dan berusaha melarikan diri dari tempat kejadian.

Kuntilanak itu tak tinggal diam lalu berbalik mengejar mereka,pak Rt dan bapaknya Roni yang benar-benar ketakutan terus berlari kencang begitu juga dengan Ilham yang mereka paksa berlari agar terhindar dari setan itu walaupun sebetulnya Ilham tak mau pergi karena melihat ayahnya yang dalam keadaan sekarat oleh ulah si setan keparat itu.

Kuntilanak itu terbang dan melesat kencang dan menghampiri mereka lalu pak Rt dan bapaknya Roni berpandangan takut hingga tepat dipertigaan jalan desa pak Rt melepaskan Ilham dan menyerahkannya kepada bapaknya Roni,mereka berpisah haluan.pak Rt lari kearah kanan jalan dan bapanya Roni yang menggendong Ilham berlari kearah kiri jalan.

Hampir kuntilanak itu kebingungan dan merasa terkecoh hingga dia berbalik arah mengejar salah satu dari mereka dan memilih kearah kanan,jelas yang sedang berlari kearah kanan adalah pak Rt sehingga pak Rt berlari ngebut tanpa memikirkan rasa lelah karena melihat setan itu mengejarnya hingga akhirnya pak Rt tersandung batu jalanan dan tak kuasa mengontrol dirinya hingga akhirnya pak Rt pun terjerembab dan terjatuh."
Sontak dengan cepatnya kuntilanak itu menerkam pak Rt seperti hewan buas yang mencengkeram mangsanya.

" aaaaaaaaaaaaarrrrggghh!!!!"

Teriakan pak Rt begitu terdengar jelas ditelinga Ilham dan Bapaknya Roni yang masih terus saja berlari mencari perlindungan.

Pak Rt pun tewas,ubun-ubun kepala nya bolong dan isinya sudah tidak ada,karena kuntilanak itu menghisapnya,tubuhnya pun bermandikan darah yang bercucuran dari atas kepala pak Rt.

Lalu apa yang terjadi dengan bapaknya Roni dan juga Ilham?
Simak kisah selanjutnya di "Ketemu Kuntilanak part 7"

Bersambung....

Bertemu Kuntilanak part 5

Warga yang mendengar pemberitahuan dari pak Rt jadi geger dibuatnya,lalu apa yang harus kita perbuat?" Salah satu warga bertanya pada warga lain.

Iya bingung masalah dikampung ini benar-benar mengherankan,"pertama meninggalnya Minah yang secara tragis lalu Almarhumah Minah jadi gentayangan dan anak bungsu mak Iroh sering kesurupan kemudian hilangnya Ilham dan Roni selama lima hari dan sampai saat ini Roni masih belum ditemukan trus ini yang tidak masuk akal ditemukannya ari-ari bayi di celah batu besar disungai tepat dengan kejadian kecelakaan almarhumah Minah yang meninggal disitu dan sekarang ari-ari bayi tersebut hilang entah digali orang atau makhluk halus". Tutur warga yang lain.

Sungguh aneh sekali." Sahut bapaknya Roni.
Sudah-sudah sekarang kita istirahat dulu dan tenangkan diri kalian." Ucap pak Rt.
Kita harus memecahkan masalah ini bersama-sama.

Malampun semakin larut namun warga yang masih berkumpul di pos tempat mereka sedang beristirahat belum ada satupun yang beranjak pergi karena mereka peduli dengan kejadian hilangnya Roni dan mereka ingin membantu agar masalah-masalah dikampung mereka cepat terselesaikan.

tiba-tiba angin bertiup kencang,udara disekitar menjadi dingin dan dingin sekali,warga terheran-teran dan saling beringsut mendekatkan diri pada warga yang lainnya seolah saling berhimpitan karena mereka mulai merasa khawatir dengan apa yang sedang terjadi.

Ini begini dan seperti ini bapak-bapak yang aku dan Roni alami sebelum diganggu Kuntilanak itu,Ilham menuturkan.
Hingga akhirnya angin yang bertiup kencang semakin kencang seperti berputar-putar disekeliling warga yang sedang berkumpul.
Pak Ustadz kemudian membaca takbir dan warga pun mengikuti jejak pak Ustadz,kemudian tiba-tiba angin itu berhenti dan keadaan seperti benar-benar sunyi sekali.

Alhamdulillah..'' ucap pak ustadz melihat keadaan normal seperti semula dan warga pun sedikit lega dengan kekhawatiran mereka.
Namun alangkah terkejutnya semua warga yang disaat keheningan datang tiba-tiba terdengar suara merintih tepat diatas pohon dekat ladang yang berhadapan dengan pos tempat warga berkerumun.
Sontak sebagian warga kocar-kacir mendengar rintihan dan cekikikan sosok kuntilanak tersebut,hingga yang tersisa hanya Ilham,pak ustadz bapaknya Roni, bapaknya Ilham dan juga pak Rt.
Ilham merangkul ayahnya karena ketakutan akan suara itu dan berkata,itu dia pak suaranya yang aku dengar kemarin."
Tenang-tenang nak kita tidak usah panik dan takut seperti warga lainnya,kita punya Allah yang ada di diri kita.antara syetan,jin dan manusia , manusialah yang paling sempurna." Jelas bapaknya Ilham."
Pak ustadz lalu menghampiri pohon tersebut sambil tangannya menegadah dan komat-Kamit berdoa dan melantunkan ayat Kursi serta ayat-ayat lainnya.
Dahan pohon itu bergoyang-goyang dan tiba-tiba munculah sosok putih berambut panjang terbang keatas puncak pohon sembari cekikikan,pak ustadz dengan sigapnya melempar Kuntilanak tersebut dengan batu yang diraihnya ditanah dan dibaca-bacakan doa kemudian dilemparkannya kearah kuntilanak tersebut." Blaaaaaaaakkkk....!!!!!"
Grusak...grusaaaaaaaak....."
Batu tersebut mengenai kuntilanak itu dan berteriak.qwaaaaaaaaaa.........." seperti merasakan kesakitan dan kemudian terjatuh tepat didepan pak ustadz.sekarang jelas terlihat sosok kuntilanak itu berada di tanah dan merintih entah kesakitan atau kepanasan oleh lantunan ayat-ayat alqur'an yang pak Ustdaz dan kami semua yang berada ditempat kejadian.
Kuntilanak itu mencoba bangkit,mata yang melotot muka yang pucat pasi rambut yang terurai panjang sekali hampir menyentuh tanah kemudian menghampiri dan menyerang pak ustadz,pak ustadz terkena cakaran kuntilanak tersebut disekitar belahan dadanya dan kemudian terjatuh,kuntilanak itu tetap saja seperti benar-benar marah dan mengamuk mencengkeram pak ustadz dan mencekiknya sembari teriak dan mata yang melotot menyeramkan.
Melihat kejadian ini Ilham dan yang lainnya jadi semakin takut karena melihat pak ustadz sepertinya sudah tidak berdaya menghadapi makhluk sialan ini.

Darah bercucuran ditubuh pak ustadz,baju robek sana-sini akibat cakaran kuku panjangnya sikuntilanak itu.

kami semua gemetaran dan tetap melantunkan ayat-ayat alquran namun kuntilanak itu seperti merasa kepanasan dan makin marah,melihat pak ustadz yang sudah tak berdaya kuntilanak tersebut beralih menatap kami."
Kemudian terbang dengan melesatnya dan menghampiri ayahnya Ilham dengan tangan yang menjulur kedepan dan kuku-kuku yang hitam panjang dan runcing tepat menusuk tubuh ayahnya Ilham dan darahpun muncrat kemana-mana membasahi tanah kering disekitar mereka."

Bersambung....

Bertemu Kuntilanak 4

Kalau memang carita warga dan cerita kamu sama halnya seperti itu ya mungkin bisa jadi seperti itu nak." Jawab ibunya.
Trus Roni bagaimana bu Ina masih belum diketemukan kah?" Tanya Ilham kepada Ibunya Roni.
Terus terus kalau Roni tidak ada nanti aku sekolah sama siapa?" Main sama siapa?"
Dan dan. . . "
Sudah .. sudah.... kamu jangan khawatir berlebihan seperti itu,potong ibunya."
Tapi aku takut Roni terjadi apa-apa bu,aku takut."
Lebih baik kamu berdo'a sama Allah semoga Roni bisa cepat diketemukan.
Iya bu,tapi boleh gak aku bantu cari Roni?" Sebab semalam setelah Roni pergi dari gubuk di pertengahan sawah tempat kita berteduh dan saat aku bertemu dengan nya lagi di perempatan jalan Roni berubah tidak seperti biasanya bu,dia lebih banyak diam dan tak banyak bicara." Jelas Ilham.
Tapi kamu masih belum sehat betul nak,kondisi fisik kamu belum pulih betul.
Tidak apa-apa bu,demi Sahabatku aku rela melakukan ini semua yang terpenting Roni bisa ketemu.
Yasudah boleh..tapi kamu makan dulu ya nak!"
Iya bu." Jawab Ilham.
Setelah selesai makan Ilham beserta warga dan Ayahnya Roni mulai mencari Roni dan Ilham pun memandu warga karena dia yang tahu dengan kejadian semalam dan tentang keberadaan Roni.
Setelah sampai disungai yang Ilham tunjukan mereka langsung mencari dan menyisiri pinggiran sungai tapi nihil Roni masih tidak juga diketemukan,sampai akhirnya Ilham menunjuk ke batu besar yang mana semalam Roni bilang akan menuju kesana.
Ayahnya Roni mencoba menyeberangi arus sungai yang lumayan deras dan sesampainya di batu besar tersebut ayahnya mulai mencari dan mengitari ada sedikit celah di balik batu sebelah timur yang mengarah ke hilir sungai,
Ayahnya penasaran dan dia coba melihatnya lebih dekat lagi,tiba-tiba ayahnya Roni sontak terperanjat dari tempat tersebut dan agak mundur kebelakang hampir-hampir saja terjatuh ke arus sungai yang deras ini.
Ayahnya melihat sebuah ari ari bayi beserta usus usus yang terurai basah penuh dengan darah segar dan bau amis yang menyengat.
Ayahnya bersorak memanggil warga untuk segera menghampirinya,warga lainpun ikut kaget dengan penemuan ari ari bayi ini,setelah di rempukan dengan warga akhirnya ari ari tersebut dibawa ke dusun tempat mereka tinggal.
Sedangkan pencarian Roni masih tetap diteruskan, dan dengan tegas ayahnya Roni menanyakan Ilham kemana lagi mereka harus mencari.Ilham pun ikut bingung harus bagaimana dan kemana lagi mencarinya.
Ilham teringat saat malam sebelum Roni beranjak pergi dari gubuk tersebut,pada malam itu Roni bilang capek dan dia mengantuk.
Akhirnya Ilham mengajak warga dan ayahnya untuk pergi kegubuk itu.sesampai disana sekitar pukul satu siang kami semua langsung mencari-cari Roni dan lagi masih belum juga diketemukan sampai sore menjelang malampun tiba,kami menyisiri jalan setapak sampai menuju tempat dimana aku dan Roni belajar mengaji.sampai setelah solat maghrib kami meneruskan pencarian dan ustadz ngaji kitapun ikut mencari,sambil memukul-mukul alat-alat dapur dan memanggil-manggil nama Roni sampai di dusun kami sendiri sekitar pukul 10 malam tapi Roni masih belum juga ketemu.ibunya Roni makin terasa terpukul dan pingsan karena batinnya merasa tersiksa karena anak yang disayanginya masih belum juga ketemu."
Warga yang ikut mencari termasuk aku,pak Ustadz dan ayahnya Roni yang kecapekan beristirahat dipos tempat biasa warga meronda,tiba-tiba pak Rt berlari dan berteriak-teriak menghampiri kami.
Pak Rt menjelaskan Ari ari bayi yang siang tadi diketemukan dan dikubur warga dekat pemakaman Minah hilang dan sudah berbentuk lubang besar seperti ada seseorang yang menggalinya.
Ada apa lagi ini?!" Tanya dalam hatiku.

Bersambung.....

Bertemu Kuntilanak part 3

Pukul 02:25 wib Setelah sampai dirumah Ilham langsung dimandikan Oleh ibunya,dipakaikan pakaian hangat dan di suapi makan.sedangkan Ilham hanya diam saja tanpa berkata sepatah katapun.
Ilham sendiripun masih bingung dengan kejadian yang menimpanya,dia merasa tidak masuk akal sama sekali sebab setahu dia baru malam tadi dia dan Roni pulang dari pengajian dan bertemu dengan setan sialan itu lalu kenapa orang-orang bilang sudah sekitar lima hari kita tidak pulang-pulang."
Terus dia pun masih penasaran dengan apa yang sedang terjadi dirumah mak Iroh,namun karena badan yang merasa capek,letih dan perut sudah kenyang Ilham pun tertidur."

Pagi pun tiba,Ilham bangun jam 08:12 wib,letih di sekujur badannya masih belum hilang, karena diluar terdengar orang ramai Ilham pun memaksakan bangun dan mencari tahu ada apa diluar sana."
Sesampainya diluar rumah Ilham dihampiri Ibunya Roni yang menangis dan menanyakan anaknya Roni dimana masih belum diketemukan,tempat yang Ilham beri tahu keberadaan Roni ternyata tidak ada.
Alangkah Ilham kaget sekali dan karena kondisi fisik Ilham yang masih belum fit akhirnya Ilham jatuh pingsan kemudian Ibunya Roni dan warga segera membopong Ilham kedalam rumah.
Di dalam pingsannya tersebut Ilham bermimpi bertemu dengan Roni,Roni seperti dalam keadaan terikat,menangis dan teriak-teriak meminta tolong kepada Ilham."
Ilham kemudian terbangun dengan sendirinya dan berteriak Roniiiiii......."
Ibunya langsung memeluk Ilham lalu bertanya kenapa nak ?"
Akhirnya Ilham menjelaskan semua kejadian yang menimpa dia dan Roni termasuk menceritakan mimpi yang dialaminya tersebut.
Mendengar itu Ibunya Roni menangis menjadi-jadi sedih karena anaknya masih belum ditemukan."
Lalu ilham bertanya kepada ibunya,bu' ada apa dirumah mak Iroh kok banyak orang semalam tadi?"
Ibunya menjelaskan bahwa menantu bu Iroh yang sedang hamil Tua meninggal dunia ketika mencuci baju di sungai tempat Roni semalam menghampiri sungai tersebut.
Menantunya mak Iroh meninggal terpeleset dan jatuh ke sungai kemudian terbawa arus sungai dan perutnya membentur batu besar yang ada di tengah-tengah sungai tersebut."
Akhirnya menantu mak Iroh yang bernama Minah meninggal dunia begitu juga janin yang dikandungnya ikut meninggal,kejadian itu sudah lima hari sama dengan hilangnya kalian berdua." Lalu Ilham bertanya lagi,lalu semalam warga kumpul dirumah mak Iroh untuk apa?" Mengaji yasin atau mendoakan almarhum ya ?" Bukan nak!" Jawab ibunya.
Lalu apa bu?" Semalam anak bungsu mak iroh si Ranti kesurupan dan berteriak-teriak sambil menangis meminta anaknya dikembalikan."
Ranti kan belum menikah bu,kenapa minta anaknya dikembalikan?" Tanya Ilham lagi.
"Hmmmmmm.......!"
Namanya juga kesurupan nak,katanya sih kesurupan Hantunya Minah,yang meninggal kemarin.mungkin almarhum belum bisa terima bahwa sanya anaknya ikut meninggal dunia.
Begitu ya bu!"
Sebagian warga sih gosipnya almarhum bergentayangan menjadi Kuntilanak dan sering mengganggu warga akhir-akhir ini.
Apaaaaa????" Ilham kaget."
Apa jangan-jangan yang menggang aku dan Roni almarhum bi Minah itu bu?" Soalnya dengan nyata ku melihat sosok kuntilanak itu,wajahnya pucat dan cekikikan seperti mau menerkam kami bu."

Bersambung....

Bertemu Kuntilanak part 2

Ron tunggu ane Ron...!" Panggil Ilham yang berlari mengikuti Roni yang berlari kencang,sampai akhirnya Ilham terjerembab di kubangan sawah yang belum ditanami petani.
Tapi sepertinya Roni tak menghiraukan panggilan Ilham yang meminta untuk menungguinya hingga akhirnya Roni semakin jauh dan lenyak di pelupuk mata Ilham yang kotor terkena lumpur sawah dan kucuran air hujan yang masih saja belum reda,Ilhampun mencoba bangkit dan mulai berlari mengejar Roni,namun Roni tak kunjung juga ditemukan.mungkin dia sudah sampai dirumah,"pikir Ilham."
Ilham pun melanjutkan perjalanan pulangnya dengan tubuh yang basah kuyup dan kotor,alangkah terkejutnya Ilham tiba-tiba melihat Roni duduk di pinggiran Batu besar dekat ujung penghabisan jalan setapak yang menghubungkan jalan menuju ke perkampungan,Ilham menghampiri dengan nada kesal dan nafas yang memburu,kenapa kau tinggalkan ane?" Jahat kau Ron!"
Ane sendiri aja tak berani tinggalin situ."
Ucap Ilham bernada kesal,namun Roni tah menjawab pertanyaannya dia hanya tertunduk dan diam saja dengan tangan memeluk kedua lututnya.Ilhampun heran dan berpikir mungkin dia kelelahan dan ketakutan hingga tak sanggup menjawab pertanyaan ku."
Ilham segera menghampiri Roni dan menepuk pundaknya,sudah ayo kita teruskan pulang,sambil menarik tangan Roni dan meneruskan perjalanan.
Tapi Ilham merasa ada yang aneh dengan Roni yang sedari tadi hanya diam membisu walaupun Roni ikut berjalan mengikuti Ilham disampingnya.Ilham pun tanya kenapa kamu Ron kok terus-terusan diam seperti itu?"
Apa kamu takut?"
Apa kamu kedinginan?"
Apa kamu blablablabalaaaaa???"
namun tetap saja Roni membisu sampai-sampai Ilham kesal dan membentak Roni, yasudah terserah kamu ane mau pulang duluan saja kalo terus diam begitu."seraya mengancam agar Roni mau bicara,namun tetap saja membisu."
Hingga akhirnya Ilham berhenti berjalan dan menoleh ke samping melihat raut wajah Roni,wajah Roni pucat pasi tidak ada ekspresi seperti Roni yang biasa aku kenal.
dan tiba dipersimpangan yang mana rumah Roni hanya sekitar 40 meter lagi tiba-tiba Roni berhenti dan berbelok arah malah menuju Sungai,Ilham semakin heran dan segera berlari mendahului Roni dan mencegahnya."
kamu mau kemana?" Rumah kita tinggal lurus kedepan bukan kearah sungai ini."ini sudah larut malam orang tua kita pasti sudah menunggu kita dirumah jangan bikin kesal ane deh ayo kita pulang!!!"
Roni menengok dan menatap wajah Ilham kemudian menunjuk ke bebatuan besar yang ada di tengah-tengah kali besar tersebut dan berkata aku ingin kesana,itu tempatku."
Hahaha..." jangan becanda lah kau Ron itu cuma batu besar,rumah kita disana tuh..!"
Ilham sambil menunjukan arah rumah tempat mereka tinggal dengan jari telunjuknya.
Roni lalu melotot kearah Ilham,Ilham yang tadinya tertawa kemudian diam dan merasa risih dengan tatapan melototnya Roni dan Ilham pun kemudian menjadi takut.
Roni lalu melanjutkan jalan menuju sungai itu,Ilham diam dan teriak memanggil-manggil Roni agar dia tidak kesana namun Roni tak menengoknya sama sekali melainkan terus jalan,sampai ditanjakan turunan Roni tetap turun dan menghendaki menyeberang sungai menuju batu besar tersebut.
Ilham merasa kesal dan kemudian berkata,yasudah jika mau mu seperti itu,ane tau sifat ambekan kamu dari dulu seperti apa,tapi kali ini kamu aneh banget ane ampe bingung dan harus ngelakuin apa buat kamu biar mengerti dan mau diajak pulang.itu bukan tempat kamu Ron berhentilah ayoo kita pulang!''
Seru Ilham.
Tetap saja Roni jalan menuju yang diinginkannya tanpa menoleh sedikitpun ke arah Ilham,saking kesal dan kecewanya Ilham akhirnya dia memutuskan pulang sendiri."
Setiba di depan rumah alangkah kagetnya Ilham melihat disekitar banyak orang berkerumun disalah satu rumah warga,penasaran dengan apa yang dilakukan warga Ilham mendekat dan bertanya kepada bapak Rt yang kebetulan ada tempat itu.
Pak Rt,itu ada apa kok rame-rame dirumah Mak Iroh?
Pak Rt menoleh dan terperanjat,subhanallah kamu Ilham?" Kamu kemana saja sudah 5 hari ini kamu dan Roni menghilang dan orang tua bahkan warga mencari-cari kalian.lalu mana Roni?"
Trus kenapa dengan tubuh kamu bisa kotor seperti itu?" Ada apa?" Apa yang terjadi?"
Petanyaan-pertanyaan yang membuat Ilham bingung dan tidak masuk akan banyak dilontarkan pak Rt kepadanya.
Maksud bapak apa lima hari kita hilang?"
Roni ada disungai aku ajak pulang tidak mau pak." Sahut Ilham
Iya nak' kamu dan Roni sudah lima hari ini tidak diketemukan,kami cari kemana-mana tidak ada,terakhir sebelum kalian hilang pak ustadz bilang kalian pulang ngaji berdua dan ya sampai saat ini kalian baru nongol seperti dedemit itu tuh,pak Rw menjelaskan sambil melirik kerumah mak Iroh yang sedang digerumuti warga.
Ilmah semakin heran saja dengan penjelasan pak Rt.tak lama kemudian Ibu dan ayahnya Ilham berteriak histeris melihat sosok anaknya berada dekat pak Rt lalu segera memeluknya dengan penuh keharuan.
Ilham anakku kemana saja kau nak? Ayah,Ibu dan Warga mencari-cari kalian.mana Roni??"' teriak Ibunya Roni,mana Roni anakku?!"
Ilham diam saja penuh keheranan..
Sudah,sudah..bawa Ilham pulang dulu nanti saja ceritanya,bersihkan badannya yang penuh lumpur itu."
Anak ini bilang Roni ada disungai dipersimpangan.pak Rt menjelaskan,"
Mari kita susul Roni sahut warga yang lain dan mereka pun akhirnya bubar,Ilham dibawa pulang orang tuanya sedangkan pak Rt,warga dan orang tua Roni menjemput Roni yang katanya ada di sungai."

Namun apa yang terjadi????"

Bersambung.....

Bertemu Kuntilanak

Kisah ini disampaikan oleh salah satu narasumber yaitu teman saya sendiri.
Cerita masa anak-anak yang menjadi topik obrolan ketika saya dan teman-teman kumpul di pos ronda pada waktu malam jum'at sekitar pukul 23:15 wib di kawasan Bogor Selatan tepatnya di daerah Kecamatan Ciawi.
Awalnya kita ngobrol ngalor-ngidul kesana-kemari hingga menceritakan masa-masa kecil yang menyenangkan,menyusahkan hingga menyeramkan dibahas.
Roni yang pertama bercerita Ketemu KUNTILANAK,
pada waktu itu sehabis pulang mengaji sekitar pukul 20:30 Roni melewati jalan setapak dan pesawahan yang dipinggiran sawah tersebut banyak ditanami pohon pisang.
Jarak tempuh dari pengajian ke rumahnya sekitar 750 km.maklum jaman baheula,skitar tahun 1990 an di daerah ini masih banyak ladang dan sawah yang membentang luas dan rumahpun masih mencal-mencal berjauhan.tidak seperti sekarang,banyak sawah yang sudah ditanami batu alias banyak yg sudah dijadikan kompleks perumahan dan sebagainya.
Ketika itu Roni pulang mengaji bersama 1 orang temannya yang rumahnya memang berdekatan,saat di perempatan jalan dan mau memasuki jalan setapak dipesawahan tersebut tiba-tiba Roni melihat sesosok putih yang berkelebat di balik pepohonan pisang tersebut.sontak Roni merasa kaget dan langsung merangkul temannya yang bernama Ilham,ilham kebingungan dengan tingkah Roni yang tiba-tiba merangkulnya tersebut lalu bertanya, kenapa kamu Ron peluk-peluk ane?"
Itu...itu.." barusan ada yang berkelebat putih disamping pohon itu."jawab Roni dengan sembari berkata gemetaran.
Ilham ketawa, hahahaha....sama yang begitu aja takut kau Ron.' tenang aja ada ane ini kok kamu tidak usah takut kan kita diajarkan do'a jalan tengah malam sama ustadz biar setan disekeliling kita takut."
Memang apa do'anya ane lupa Ham?"
Tanya Roni.
Ane lupa,timpal Ilham sambil nyengir."
Keplaaaaak....!" Dasar kau ane beneran takut nih Ham,itu tadi ane lihat bikin bergidik bulu roma." Hiiiii takuuuuuut!!!"
Roma irama atau Roma biskuit?"
tanya Ilham sambil tertawa meledek terus Roni."
Sudahlah,ayo... teruskan jalan lagi.' Pinta Roni seraya cembetut."
Namun tiba-tiba angin diatas sekitaran mereka berubah kencang dan mulai bergemuruh,Roni makin ketakutan demikianpun dengan Ilham yang dia kira Roni hanya bercanda dengan yang dia bicarakan tadi,mereka saling bertatapan dan kemudian berteriak mencoba lari dari tempat tersebut,namun apa yang terjadi,mereka setengah memejamkan mata dan lari terbirit-birit sambil teriak-teriak minta tolong." Emaaaakkk tuluuuung AYA JURIIIIIIIIIIIK!!!!"
Namun mereka berlari seakan tak pernah sampai ditujuan malah capek yang dirasa."
Dan saat mereka mulai kelelahan kemudian membuka mata lebar lebar,posisi mereka masih tepat dipersimpangan jalan tersebut."
Karena saking capeknya mereka jadi lemas dan ambruk menjatuhkan diri di jalan setapak yang akan mereka lewati itu."
Namun kemudian angin berubah berhenti,hening dan seakan tidak ada kehiduapan sama sekali,hanya ada kegelapan dan pepohonan yang rimbun mengelilingi mereka."
Tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang,Roni mencoba menunduk dan Ilham memberanikan menoleh sebenarnya suara apa yang ada dibelakang mereka itu.
Saat Ilham mencoba menengok kebelakang tiba-tiba sesosok putih berkelebat pas didepan muka Ilham dan seakan menabrak Ilham dan Roni namun seperti menembus kearah depan kemudian sekelebat itu pula makhluk tersebut menghilang.Roni kian menangis meraung raung dan meminta tolong,segala macam do'a diucapkan kedua anak tersebut namun apa yang terjadi lagi,sosok putih itu muncul lagi dari arah depan dan semakin jelas sekali,rambut panjang berantakan mukacantik tapi pucat senyum yang menyeringai yang menakutkan dan matanya yang melotot membuat Roni tak berani melihat," tapi ilham mencoba. Berani melihat dan terus melantunkan ayat-ayat alqur'an yang sudah dia pelajari selama dipengajian.
Sosok putih atau kuntilanak itu terbang mengelilingi mereka sambil tertawa cekikikan nemplok dari pohon sebelah kanan lalu pindah kesebelah kiri begitu seterusnya."
Hingga akhirnya kuntilanak itu pergi dengan sendirinya jauh jauh jauh sambil tetap cekikikan."
Ilham kemudian bangun dan menarik tangan Roni supaya ikut bangun namun ternyata Roni pingsan dan celana yang dia pakai basah alias ngompol.Ilham pun bingung apa yang harus dilakukakan sedangkan jarak tempuh rumah masih jauh dan jika balik ke pondok pengajian sama jauhnya.
Kemudian ilham memaksakan menggendong Roni walaupun agak risih dengan bau pesing yang datang dicelana Roni,"keringat Ilham bercucuran namun tetap Ilham menggendong Roni dan sudah hampir seperempat kilometer lagi dari rumah mereka.
Namun tiba-tiba hujan turun dengan derasnya,Ilham yang sudah kelelahan akhirnya mencari tempat berteduh dan menemukan Gubuk di pertengahan sawah tempat para petani beristirahat.
Roni akhirnya terbangun dan terperanjat langsung memeluk Ilham dan berkata bahwa dia benar-benar takut ingin segera pulang,Ilham hanya menghembuskan nafas dan berkata, sabar ya Ron sebentar lagi kita sampai rumah tapi apa harus terus jalan sedangkan hujan masih tetap mengguyur seperti ini?"
Tapi ane takut Ham." Rengek Roni."
Tubuh dan badan mereka basah kuyup angin berhembus kencang dibarengi biasan air hujan yang membuat mereka menggigil kedinginan dan beralih kepojokan gubuk tersebut agar terhindar dari dingin yang berlebih."
Malampun semakin larut,hujanpun belum juga reda.tiba-tiba angin disekitar mereka berubah bergemuruh dan berputar-putar kembali seperti yang nereka alami tadi,mereka terperanjat dan semakin ketakutan,"rintihan suara kuntilanak itu kembali teedengar,Ilham dan Roni geger dan kembali teriak-teriak histeris." Roni saking takutnya memberanikan diri keluar dari gubuk dan berlari ditengah terpaan hujan,Ilham pun begitu demikian ikut menyusul Roni.

Bersambung ke part 2