Showing posts with label Cerita Misteri. Show all posts
Showing posts with label Cerita Misteri. Show all posts

Tuesday, 16 June 2015

Bertemu Kuntilanak part 9

Sekitar pukul 18:20 wib lebih jelasnya lagi waktu maghrib pak kyai memutuskan berwudhu dan mengajak Ilham,merekapun melaksanakan solat maghrib.setelah selesai solat dan berdoa barulah Ilham menjelaskan dimimpinya dia melihat Roni dipojokan Gubuk ini dengan tangan terikat dan menangis meminta tolong,mendengar cerita ini pak kyai menghembuskan nafas dan berkata :
Ilham itu hanya mimpi janganlah kau terlalu memikirkannya karena mimpi hanya kembang tidur dan jikalau Ilham brrmimpi baik atau buruk sebaiknya Ilham berdoa agar mimpi tersebut tidak menjadi kenyataan jika buruk dan menjadi kenyataan jika baik." Jelas pak kyai.
Tidak pak kyai tidak,ini kenyataan biarpun hanya mimpi tapi perasaan saya kuat bahwa Roni ada disitu pak dipojokan itu."Ilham menunjukan keberadaan Roni.
Pak kyai menoleh kearah yang ditinjukan Ilham dan kemudian tanpa menjelaskan apa-apa lagi kepada Ilham lalu mengambil air di gayung dari batok kelapa yang tersedia di samping gubuk dan membacakan doa,setelah itu airnya disiramkan kearah sudut tiang gubuk sesuai dengan yang diarahkan Ilham.
Tak lama kemudian keluar asap putih yang mengepul dan Roni pun jelas terlihat dengan keadaan berbaring dan gemetaran seperti ketakutan.
Astagfirullah......!" Ucap pak kyai melihat Roni muncul secara tiba-tiba begitu juga dengan Ilham yang langsung berteriak memanggil nama Roni dan langsung menghampiri kemudian memeluk Roni dengan penuh uraian air mata kebahagiaan bahwa Roni sudah diketemukan.
Pak kyai terus memanjatkan doa-doa nya sedangkan Ilham menggandeng Roni keluar gubuk kemudian Ilham mengisyaratkan pak cepat segera pergi dari tempat ini.
Pak kyai menggendong tubuh kecil Roni dan Ilham berpegangan tangan pak kyai,selama diperjalanan gangguan-gangguan datang menghampiri namun pak kyai dan Ilham terus memanjatkan doa-doa agar mereka selamat sampai tujuan.
Suara-suara aneh yang menyeramkan bahkan sosok binatang-binatang seperti ular,harimau bahkan buaya berdatangan namun terhalau dengan tebasan pak kyai menggunakan tasbih yang di genggamnya.
Hingga akhirnya sampai di dusun tempat mereka tinggal,alangkah bahagia dan penuh haru keluarga Roni yang melihat anaknya sudah kembali.

Bersambung.....

Bertemu Kuntilanak part 8

Hari menjelang siang mayat kedua korban sudah dimandikan dan siap dibawa ke pemakaman umum di dusun lumayan sedikit terpencil itu,dua lubang kubur untuk jasad pak Rt dan pak Gani sudah siap dan acara penguburanpun dilakukan.
baik keluarga,sanak saudara dan orang-orang terdekat korban yang ditinggalkan terharu dengan acara ini,memang sungguh ironis tapi memang nasib seseorang tidak ada yang tahu selain sang Pencipta Alam dan kehidupan ini.

Ilham yang ikut dalam acara penguburan hanya sanggup meneteskan air mata sebab dipikirannya sosok ayahnya yang begitu dia sayangi terbujur kaku dan siap dimasukan kedalam liang lahat,seolah-olah tak percaya dengan semua yang terjadi.

Tiba-tiba langit mendung dan gelap sekali seolah-olah menandakan mau turun hujan,angin berhembus kencang,kencang sekali sampai-sampai seluruh orang yang berada dipemakaman berpegangan dengan pohon bahkan dengan orang terdekat dengan mereka.

Ada apa lagi ini?" Sahut pak Iqbal yang turut serta keacara penguburan,tidak tahu pak!" Jawab yang lain.
Panggil pak Kyai,timpal bu Rt yang dari tadi menangis meratapi kepergian suaminya.

Kebetulan pak Kyai yang sedang memberikan doa sebelum kedua mayat dikuburkan,melihat keadaan sekitar dan warga yang ribut dengan suasana yang sedang terjadi pak kyai menghampiri keluarga korban dan juga pak Iqbal.pak kyai mencoba menenangkan semua warga meminta agar warga tetap tenang dan memanjatkan doa-doa.

Namun angin tersebut semakin kencang dan seperti berputar-putar sama seperti kejadian semalam,ditambah lagi dengan ranting pohon bahkan kayu nisan yang sudah lapuk pun ikut beterbangan karena tak mampu menahan terpaan angin yang semakin hebat dorongannya.
sontak warga gerger dibuatnya dan berhamburan pergi meninggalkan tempat kejadian.air hujanpun turut serta sehingga jelas ini seperti badai besar yang melanda dusun warga.
Pak kyai tetap berdiri dengan berpegangan pada pohon disekitar pemakaman,tutup keranda mayat pun terbang pula sampai-sampai kedua mayat basah karena air hujan,lubang kuburanpun penuh dengan air dan seperti kubangan saja.
hampir tak satupun warga yang bertahan ditempat kecuali pak kyai dan Ilham,Ilham ditarik paksa ibunya untuk segera pergi namun dia menolak dengan alasan dia akan membereskan sesuatu dan menyuruh ibunya agar pergi dahulu mengikuti warga yang lainnya.
Ilham memaksakan diri untuk menghampiri pak kyai dengan sekuat tenaga melawan badai tersebut sampai hampir terbawa terbang,namun dengan cekatan dia memegang batang pohon yang sedang pak kyai pegang juga sebagai penopang.

Pak kyai terus komat-kamit memanjatkan doa lalu melihat Ilham disampingnya lalu menyuruh Ilham untuk segera pergi,namun Ilham enggan pergi melainkan melantunkan suara Adzan,tak lama kemudian badai besar itu tiba-tiba hilang seketika dan keadaan seperti sedia kala.pak kyai berucap syukur lalu memeluk Ilham.

Mari kita lanjutkan menguburkan kedua jasad ini Ham!"pinta pak kyai.
Tapi tunggu sebentar bapak panggil dulu warga supaya datang kembali dan membantu menguburkan.Ilham hanya menganggukan kepala seraya setuju dengan permintaan pak kyai."
Alhamdulillah proses penguburan selesai dan warga meninggalkan tempat kejadian tanpa ada halangan apa-apa lagi,namun kejadian ini menjadi perbincangan hangat antar warga.
Sampai pada sore tiba Ilham yang masih termenung melihat kuburan ayahnya dan masih belum beranjak dari pemakaman sampai akhirnya pak kyai mendekat dan merayu Ilham agar mau pulang kerumah berkumpul bersama ibunya.

Ilham pun kemudian berkata kepada pak kyai itu dan meminta tolong,pak kyai antarkan saya ketempat dimana pertama kali saya dan Roni berteduh di gubuk saat hujan dan saat dikejar-kejar kuntilanak itu.
Pak kyai merasa heran namun menyanggupi perminta tolongan dari anak ini dan merekapun pergi berduaan saja.
Selama diperjalanan pak kyai bertanya kepada Ilham,ada apa sebenarnya,namun ilham hanya diam saja dan tak menjelaskan apa-apa hanya menjawab,nanti disana pak Kyai bisa tahu sendiri.
Sesampainya di gubuk

Bersambung....

Bertemu Kuntilanak part 7

Bapaknya Roni terus berlari sampai akhirnya bertemu dengan mak Iroh pas didepan rumahnya.mak Iroh bertanya heran ada apa pak Iqbal kenapa kau lari seperti ketakutan dan menggendong Ilham apa yang terjadi lalu kenapa Ilham menangis?"
Saya tak bisa menjelaskan panjang lebar bu,jawab pak iqbal atau bapaknya Roni.
yang jelas kita sedang diburu oleh kuntilanak atau hantunya Bi Minah yang bergentayangan menantu emak sendiri,kita butuh perlindungan bu karena setan itu mengejar kita.jelas pak Iqbal."
Mak Iroh pun kaget mendengar pengakuan dari pak Iqbal lalu kemudian mengajak masuk untuk bersembunyi dirumahnya saja.
Pak Iqbal pun menuruti ajakan mak Iroh untuk segera masuk,namun secara tiba-tiba suara cekikikan tepat di atas atap rumah mak Iroh jelas terdengar dan kuntilanak itu menampakan diri,pak Iqbal,mak Iroh dan Ilham semakin ketakutan dengan hadirnya lagi sosok menyeramkan tersebut.
Kuntilanak itu segera terbang dan menghampiri mereka dengan gaya tangan nya tetap menjulur kedepan seraya ingin membunuh seperti yang sudah dilakukannya dengan para korban-korbannya.
Mak Iroh menangis meraung-raung dan berteriak memohon kepada makhluk halus itu agar segera menghentikan aksinya."
Hentikan Minah hentikan.... " jangan kau lakukan ini kepada kami,apa salah kami?" Hentikaaaaaan....!!!"
Kemudian setan itu menghilang secara tiba-tiba."
Mak Iroh tetap menangis sedih melihat menantunya berubah menjadi kuntilanak dan mengganggu warga.apa salah saya Tuhan sampai-sampai kau beri cobaab seperti ini?!"keluh mak Iroh.
Empat bulan yang lalu Arman anaku meninggal karena kecelakaan,sekarang istrinya meninggal juga dengan tragisnya dan berubah menjadi seperti itu apa salahku dan apa dosa ku Tuhan..?!"mak Iroh terus saja mengeluh seolah-olah tak sanggup menahan penderitaan yang dirasakannya.

Pak Iqbal segera memanggil warga untuk segera berkumpul lalu menjelaskan kejadian dan keadaan korban yang harus segera di tolong seperti pak Ustadz dan ayah nya Ilham kemudian juga dengan pak Rt.
warga beramai-ramai menuju tempat kejadian dan segera membawa pak Ustad dan pak Gani ayahnya Ilham.lalu sebagian lagi mencari pak Rt yang dijelaskan pak Roni kearah mana pak Rt tadi berlari.
Tepat pukul 12:35 dini hari akhirnya pak Rt diketemukan dan sudah tidak bernyawa lagi,keluarga korban menangis histeris lalu warga segera membawa ke rumahnya untuk segera disemayamkan.
Begitu juga dengan pak Gani dan pak Ustadz langsung dilarikan warga ke Rumah Sakit terdekat,Ibunya Ilham  hanya sanggup menangis melihat suaminya sedang sekarat seperti itu begitu juga dengan Ilham.
Hingga subuhpun tiba luka-luka dari tubuh pak Ustadz sudah diobati,namun berbeda dengan pak Gani yang masih berada di dalam ruangan ICU,Ilham dan Ibunya harap-harap cemas menunggu dokter keluar ruangan untuk memberikan informasi keadaannya."
Hingga akhirnya pukul 07 :25 pagi dokterpun keluar lalu meminta maaf atas ketidak mampuannya menolong bapak Gani alias bapaknya Ilham tersebut."
Ilham menangis meraung menjadi-jadi seolah tak terima dengan keadaan yang seperti sekarang dialaminya.

Bersambung.....

Monday, 15 June 2015

Bertemu Kuntilanak part 6

Ilham terpelanting jauh karena sebelum Kuntilanak tersebut menghampiri ayahnya segera menghempaskan Ilham agar tak terkena sasaran makhlus ganas tersebut.

Ilham terjatuh lalu segera di tolong pak Rt dan bapaknya Roni,Ilham teriak histeris melihat keadaan ayahnya yang dengan mengenaskan berlumuran darah dari tubuh begitu juga dengan mulutnya yang mengeluarkan banyak darah,sedangkan kuntilanak tersebut masih tetap menusukan jari tangannya yang menancap tepat di perut ayahnya dengan raut wajah bengis dan pandanngan jahatnya,
Hingga akhirnya ayah Ilham terjatuh dan kuntilanak itu tertawa cekikikan kembali.

Pak Rt dan pak Roni yang merasa terancam karena melihat pak Ustadz dan ayah Ilham yang sudah menjadi sasaran kebuasan setan tersebut saling menatap dan seperti sudah dikomando mereka menarik Ilham dan berusaha melarikan diri dari tempat kejadian.

Kuntilanak itu tak tinggal diam lalu berbalik mengejar mereka,pak Rt dan bapaknya Roni yang benar-benar ketakutan terus berlari kencang begitu juga dengan Ilham yang mereka paksa berlari agar terhindar dari setan itu walaupun sebetulnya Ilham tak mau pergi karena melihat ayahnya yang dalam keadaan sekarat oleh ulah si setan keparat itu.

Kuntilanak itu terbang dan melesat kencang dan menghampiri mereka lalu pak Rt dan bapaknya Roni berpandangan takut hingga tepat dipertigaan jalan desa pak Rt melepaskan Ilham dan menyerahkannya kepada bapaknya Roni,mereka berpisah haluan.pak Rt lari kearah kanan jalan dan bapanya Roni yang menggendong Ilham berlari kearah kiri jalan.

Hampir kuntilanak itu kebingungan dan merasa terkecoh hingga dia berbalik arah mengejar salah satu dari mereka dan memilih kearah kanan,jelas yang sedang berlari kearah kanan adalah pak Rt sehingga pak Rt berlari ngebut tanpa memikirkan rasa lelah karena melihat setan itu mengejarnya hingga akhirnya pak Rt tersandung batu jalanan dan tak kuasa mengontrol dirinya hingga akhirnya pak Rt pun terjerembab dan terjatuh."
Sontak dengan cepatnya kuntilanak itu menerkam pak Rt seperti hewan buas yang mencengkeram mangsanya.

" aaaaaaaaaaaaarrrrggghh!!!!"

Teriakan pak Rt begitu terdengar jelas ditelinga Ilham dan Bapaknya Roni yang masih terus saja berlari mencari perlindungan.

Pak Rt pun tewas,ubun-ubun kepala nya bolong dan isinya sudah tidak ada,karena kuntilanak itu menghisapnya,tubuhnya pun bermandikan darah yang bercucuran dari atas kepala pak Rt.

Lalu apa yang terjadi dengan bapaknya Roni dan juga Ilham?
Simak kisah selanjutnya di "Ketemu Kuntilanak part 7"

Bersambung....

Bertemu Kuntilanak part 5

Warga yang mendengar pemberitahuan dari pak Rt jadi geger dibuatnya,lalu apa yang harus kita perbuat?" Salah satu warga bertanya pada warga lain.

Iya bingung masalah dikampung ini benar-benar mengherankan,"pertama meninggalnya Minah yang secara tragis lalu Almarhumah Minah jadi gentayangan dan anak bungsu mak Iroh sering kesurupan kemudian hilangnya Ilham dan Roni selama lima hari dan sampai saat ini Roni masih belum ditemukan trus ini yang tidak masuk akal ditemukannya ari-ari bayi di celah batu besar disungai tepat dengan kejadian kecelakaan almarhumah Minah yang meninggal disitu dan sekarang ari-ari bayi tersebut hilang entah digali orang atau makhluk halus". Tutur warga yang lain.

Sungguh aneh sekali." Sahut bapaknya Roni.
Sudah-sudah sekarang kita istirahat dulu dan tenangkan diri kalian." Ucap pak Rt.
Kita harus memecahkan masalah ini bersama-sama.

Malampun semakin larut namun warga yang masih berkumpul di pos tempat mereka sedang beristirahat belum ada satupun yang beranjak pergi karena mereka peduli dengan kejadian hilangnya Roni dan mereka ingin membantu agar masalah-masalah dikampung mereka cepat terselesaikan.

tiba-tiba angin bertiup kencang,udara disekitar menjadi dingin dan dingin sekali,warga terheran-teran dan saling beringsut mendekatkan diri pada warga yang lainnya seolah saling berhimpitan karena mereka mulai merasa khawatir dengan apa yang sedang terjadi.

Ini begini dan seperti ini bapak-bapak yang aku dan Roni alami sebelum diganggu Kuntilanak itu,Ilham menuturkan.
Hingga akhirnya angin yang bertiup kencang semakin kencang seperti berputar-putar disekeliling warga yang sedang berkumpul.
Pak Ustadz kemudian membaca takbir dan warga pun mengikuti jejak pak Ustadz,kemudian tiba-tiba angin itu berhenti dan keadaan seperti benar-benar sunyi sekali.

Alhamdulillah..'' ucap pak ustadz melihat keadaan normal seperti semula dan warga pun sedikit lega dengan kekhawatiran mereka.
Namun alangkah terkejutnya semua warga yang disaat keheningan datang tiba-tiba terdengar suara merintih tepat diatas pohon dekat ladang yang berhadapan dengan pos tempat warga berkerumun.
Sontak sebagian warga kocar-kacir mendengar rintihan dan cekikikan sosok kuntilanak tersebut,hingga yang tersisa hanya Ilham,pak ustadz bapaknya Roni, bapaknya Ilham dan juga pak Rt.
Ilham merangkul ayahnya karena ketakutan akan suara itu dan berkata,itu dia pak suaranya yang aku dengar kemarin."
Tenang-tenang nak kita tidak usah panik dan takut seperti warga lainnya,kita punya Allah yang ada di diri kita.antara syetan,jin dan manusia , manusialah yang paling sempurna." Jelas bapaknya Ilham."
Pak ustadz lalu menghampiri pohon tersebut sambil tangannya menegadah dan komat-Kamit berdoa dan melantunkan ayat Kursi serta ayat-ayat lainnya.
Dahan pohon itu bergoyang-goyang dan tiba-tiba munculah sosok putih berambut panjang terbang keatas puncak pohon sembari cekikikan,pak ustadz dengan sigapnya melempar Kuntilanak tersebut dengan batu yang diraihnya ditanah dan dibaca-bacakan doa kemudian dilemparkannya kearah kuntilanak tersebut." Blaaaaaaaakkkk....!!!!!"
Grusak...grusaaaaaaaak....."
Batu tersebut mengenai kuntilanak itu dan berteriak.qwaaaaaaaaaa.........." seperti merasakan kesakitan dan kemudian terjatuh tepat didepan pak ustadz.sekarang jelas terlihat sosok kuntilanak itu berada di tanah dan merintih entah kesakitan atau kepanasan oleh lantunan ayat-ayat alqur'an yang pak Ustdaz dan kami semua yang berada ditempat kejadian.
Kuntilanak itu mencoba bangkit,mata yang melotot muka yang pucat pasi rambut yang terurai panjang sekali hampir menyentuh tanah kemudian menghampiri dan menyerang pak ustadz,pak ustadz terkena cakaran kuntilanak tersebut disekitar belahan dadanya dan kemudian terjatuh,kuntilanak itu tetap saja seperti benar-benar marah dan mengamuk mencengkeram pak ustadz dan mencekiknya sembari teriak dan mata yang melotot menyeramkan.
Melihat kejadian ini Ilham dan yang lainnya jadi semakin takut karena melihat pak ustadz sepertinya sudah tidak berdaya menghadapi makhluk sialan ini.

Darah bercucuran ditubuh pak ustadz,baju robek sana-sini akibat cakaran kuku panjangnya sikuntilanak itu.

kami semua gemetaran dan tetap melantunkan ayat-ayat alquran namun kuntilanak itu seperti merasa kepanasan dan makin marah,melihat pak ustadz yang sudah tak berdaya kuntilanak tersebut beralih menatap kami."
Kemudian terbang dengan melesatnya dan menghampiri ayahnya Ilham dengan tangan yang menjulur kedepan dan kuku-kuku yang hitam panjang dan runcing tepat menusuk tubuh ayahnya Ilham dan darahpun muncrat kemana-mana membasahi tanah kering disekitar mereka."

Bersambung....